Langsung ke konten utama

Aryna Singa dari Belarussia

Era Sharapova mungkin telah usai, namun kini pencinta Tennis memiliki idola baru mereka cantik bak supermodel tapi bringas di arena Tennis ia adalah Arina Sabalenka petenis berusia 27 tahun asal Belarussia. Ia adalah petenis wanita yang saat ini menduduki posisi nomor 1 petenis terbaik dunia. Tak ada yang menyangka Sabalenka begitu mendominasi setiap turnamen tenis dunia. Pada tahun 2025 ia berhasil menjadi juara setiap tur yang di ikuti dengan mendapat 4 gelar berturut-turut. 

Sabalenka sekarang sedang berada di puncak karirnya atau top performancenya. Sabalenka kini membuat mahkotanya sendiri di era tenis terbuka. Dia Bagaikan singa yang lapar akan gelar-gelar turnamen yang di ikutinya. Tak hanya itu Sabalenka berhasil mencetak sejarah sabalenka merupakan pemain tenis wanita kedua yang berhasil mencatatkan 100 penampilan tanpa kekalahan di dua set langsung berbagai gelar bergengsi telah berhasil diraihnya diantaranya Australia open 2023 dan 2024 dan US open 2024 hal ini yang mengantarkan dirinya menjadi salah satu petenis terbaik dunia saat ini.

Di periode awal tahun 2026 ini sepertinya bukan awal yang baik untuk dirinya, ia harus absen di beberapa turnamen dikarenakan cedera yang tidak disebut secara spesifik, diantaranya ia harus absen di turnamen Stuttgart grand prix di Jerman lewat media sosialnya ia mengatakan bahwa “ sangat senang dengan turnamen disana, dan ia akan kembali ke sana.”. Sebelumnya ia bahkan harus absen dari Qatar open karena cedera. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Joaquin Sanchez

23 tahun memiliki karir sepakbola yang cemerlang dan 15 tahun berseragam Real Betis memberikan dua gelar Copa Del Rey merupakan gambaran singkat karir sang pangeran Joquin Sanchez.pada tahun 1997 bergabung dengan Betis klub pertama yang memberikan jalan untuk karir pesepakbolanya sebagai seorang pemain professional. 2006 ia hijrah ke Valencia, banyak pihak menilai kepindahanya ke Valencia merupakan pilihan buruk pada karirnya, karena persaingan yang ketat di tim Valencia era itu hal itu diramalkan dapat membunuh imagenya sebagai pemain muda potensial saat itu. Joaquin merupakan identitas dari Spanyol memiliki karir sepakbola yang cukup panjang ia adalah salah satu dari sekian banyak pemain Spanyol yang memiliki karakter yang luar biasa. Ketika membela beberapa tim diluar Spanyol ia selalu berhasrat untuk kembali ke Real Betis tim yang berhasil mengasah talentanya. Di timnas Spanyol ia berhasil mencatatkan 51 caps hal yang sangat sulit dicapai karena kita tahu bahwa timnas Spanyol merup...

Inverted winger

 Dalam sepak bola modern tentu kita tidak asing lagi dengan istilah inverted wing, Arjen Robben dan Ivan Perisic merupakan contoh dari banyak pemain yang berkarakter inverted wing. Inverted wing memiliki pengertian pemain yang bermain di posisi berlawanan dengan kaki terbaiknya. Hal ini merupakan proses dari berkembangnya sepak bola, inverted winger sangat berbeda dengan traditional winger dimana seperti kita tahu bahwa pada era sepak bola dahulu, posisi winger dipilih berdasarkan kaki terkuat agar dapat melakukan umpan terukur kepada striker, inverted winger merupakan pilihan yang lebih dinamis dan sulit ditebak oleh lawan. Hal yang sama tidak dimungkinkan untuk seorang bek sayap karena idealnya seorang bek sayap ditempatkan berdasarkan kaki yang terkuat. Apabila inverted wing di terapkan pada seorang bek maka yang terjadi ia harus memutar tubuhnya untk menggapai lawan dengan kaki terkuatnya hal ini tentunya memudahkan lawan untuk melewati bek tersebut. Seorang inverted winger har...

Iran dan Amerika dalam sebuah pertandingan

Musuh bebuyutan itulah kalimat yang pantas disematkan kepada dua negara Iran dan Amerika. Dua negara yang memiliki sejarah konflik berkepanjangan hingga pada tahun 1980 memutuskan semua hubungan diplomasi secara resmi antara kedua negara dan pada tahun 1998 dalam piala dunia berada dalam satu grup dan harus bertemu satu sama lain. Di Lyon kala itu 21 juni 1998 seisi kota terasa begitu panas jelang laga tersebut, AS yang kala itu dinunggulkan karena memiliki peringkat FIFA lebih baik dibandingkan Iran merasa diatas angin menghadapi laga tersebut. Tergabung dalam grup F bersama Jerman dan Yugoslavia laga yang lain terasa tak begitu penting bagi kedua klub laga terpenting adalah dimana mereka saling bertemu dan sama-sama mempertahankan harga diri mereka di atas lapangan hijau. Iran mengandalkan pemain-pemain seperti Hamid Estili, Ali Daei dan Mehdi Mahdavikia sedangkan USA mengandalkan pemain seperti Casey Keller dan sang pencetak gol Bryan Mcbride dan Claudio Reyna. Hasil yang tak pernah...