Era Sharapova mungkin telah usai, namun kini pencinta Tennis memiliki idola baru mereka cantik bak supermodel tapi bringas di arena Tennis ia adalah Arina Sabalenka petenis berusia 27 tahun asal Belarussia. Ia adalah petenis wanita yang saat ini menduduki posisi nomor 1 petenis terbaik dunia. Tak ada yang menyangka Sabalenka begitu mendominasi setiap turnamen tenis dunia. Pada tahun 2025 ia berhasil menjadi juara setiap tur yang di ikuti dengan mendapat 4 gelar berturut-turut. Sabalenka sekarang sedang berada di puncak karirnya atau top performancenya. Sabalenka kini membuat mahkotanya sendiri di era tenis terbuka. Dia Bagaikan singa yang lapar akan gelar-gelar turnamen yang di ikutinya
Musuh bebuyutan itulah kalimat yang pantas disematkan kepada dua negara Iran dan Amerika. Dua negara yang memiliki sejarah konflik berkepanjangan hingga pada tahun 1980 memutuskan semua hubungan diplomasi secara resmi antara kedua negara dan pada tahun 1998 dalam piala dunia berada dalam satu grup dan harus bertemu satu sama lain. Di Lyon kala itu 21 juni 1998 seisi kota terasa begitu panas jelang laga tersebut, AS yang kala itu dinunggulkan karena memiliki peringkat FIFA lebih baik dibandingkan Iran merasa diatas angin menghadapi laga tersebut. Tergabung dalam grup F bersama Jerman dan Yugoslavia laga yang lain terasa tak begitu penting bagi kedua klub laga terpenting adalah dimana mereka saling bertemu dan sama-sama mempertahankan harga diri mereka di atas lapangan hijau. Iran mengandalkan pemain-pemain seperti Hamid Estili, Ali Daei dan Mehdi Mahdavikia sedangkan USA mengandalkan pemain seperti Casey Keller dan sang pencetak gol Bryan Mcbride dan Claudio Reyna. Hasil yang tak pernah...