Langsung ke konten utama

Postingan

Musuh bebuyutan itulah kalimat yang pantas disematkan kepada dua negara Iran dan Amerika. Dua negara yang memiliki sejarah konflik berkepanjangan hingga pada tahun 1980 memutuskan semua hubungan diplomasi secara resmi antara kedua negara dan pada tahun 1998 dalam piala dunia berada dalam satu grup dan harus bertemu satu sama lain. Di Lyon kala itu 21 juni 1998 seisi kota terasa begitu panas jelang laga tersebut, AS yang kala itu dinunggulkan karena memiliki peringkat FIFA lebih baik dibandingkan Iran merasa diatas angin menghadapi laga tersebut. Tergabung dalam grup F bersama Jerman dan Yugoslavia laga yang lain terasa tak begitu penting bagi kedua klub laga terpenting adalah dimana mereka saling bertemu dan sama-sama mempertahankan harga diri mereka di atas lapangan hijau
Postingan terbaru

Inverted winger

 Dalam sepak bola modern tentu kita tidak asing lagi dengan istilah inverted wing, Arjen Robben dan Ivan Perisic merupakan contoh dari banyak pemain yang berkarakter inverted wing. Inverted wing memiliki pengertian pemain yang bermain di posisi berlawanan dengan kaki terbaiknya. Hal ini merupakan proses dari berkembangnya sepak bola, inverted winger sangat berbeda dengan traditional winger dimana seperti kita tahu bahwa pada era sepak bola dahulu, posisi winger dipilih berdasarkan kaki terkuat agar dapat melakukan umpan terukur kepada striker, inverted winger merupakan pilihan yang lebih dinamis dan sulit ditebak oleh lawan. Hal yang sama tidak dimungkinkan untuk seorang bek sayap karena idealnya seorang bek sayap ditempatkan berdasarkan kaki yang terkuat. Apabila inverted wing di terapkan pada seorang bek maka yang terjadi ia harus memutar tubuhnya untk menggapai lawan dengan kaki terkuatnya hal ini tentunya memudahkan lawan untuk melewati bek tersebut. Seorang inverted winger har...

Brahim dan Panenka

 Final piala Africa 2026 antara Maroko dan Senegal menyuguhkan banyak kontroversi, di antaranya adalah panenka gagal Brahim Diaz dan handuk kiper Senegal Edouard Mendy, insiden terakhir bahkan hampir menyulut perkelahian antara pemain kedua klub. Brahim yang tampil memukau sepanjang perhelatan turnamen menjadi pesakitan di final ketika panenkanya di menit 8 tambahan waktu babak kedua berhasil digagalkan oleh Edouard Mendy terlihat penyesalan yang begitu besar di wajah pemain yang lahir di Spanyol tersebut. Brahim lahir di Malaga kota di Spanyol pinggiran laut, ibunya seorang Malaga asli dan ayahnya seorang yang memiliki darah Maroko. Brahim yang hampir seluruh karir sepakbola mudanya bermain untuk timnas Spanyol dibanding Maroko  akhirnya memilih untuk membela Spanyol, ia bahkan sempat membuat statement “ Aku adalah 100 percent Spanyol dan 100 percent Maroko”. Pemain yang besar dari futsal ini memiliki skill yang luar biasa ketika berada di posisi yang tepat,dari Real Madrid ...

Chevalier the warrior

 Merupakan lulusan youth academy Lille Chevalier merupakan goalkeeper ketiga ketika Lille menjuarai liga Prancis di musim 2020- 2021 ketika itu ia masih berusia sangat mudah hampir menginjak 20 tahun. Sempat membela tim Vallenciennes di Ligue-2 kala itu Chevalier berhasil menunjukan performa apik dan bakat briliannya menjadi seorang kiper masa depan Prancis. Pada musim 2024 ia menjalani salah satu laga terbaiknya kala bersua Real Madrid di liga Champions kala itu ia berhasil membawa Lille menang 1-0 atas Real Madrid di stadion Pierre Mauroy. Perawakannya yang tenang ketika menahan serangan lawan dan responnya yang cukup bagus membawanya ke puncak karir yakni menjadi punggawa tim terbesar di Prancis yaitu PSG. PSG menebusnya dari Lille dengan nilai yang baik 40 juta euro. Dalam beberapa pertandingan terakhir di musim ini ia mengalami inkonsistensi yang berakibat ia kalah bersaing dengan kiper muda PSG lainnha yakni Safonov akan tetapi respon dari Chevalier sendiri cukup dewasa. Dala...

Sir Becks

 Berparas tampan elegant dilapangan, menjadi trendsetter untuk seluruh brand fashion di dunia, memiliki tendangan bebas yang indah dan presisi, siapa lagi kalo bukan one and only David Robert Joshep Beckham atau lebih dikenal sebagai David Beckham. Awalnya memang banyak yang meragukan pria yang lahir dan besar di London ini karena perawakannya yang kecil akan tetapi ia mampu membuktikan bahwa ia tumbuh besar dengan potensi luar biasa untuk menjadi seorang Mega bintang. Pria yang merupakan jebolan academy Manchester United ini memulai karirnya di timnas sejak bermain untuk timnas Inggris u 18 dan U 21 dan akhirnya pada tahun 1996 ia berhasil membela timnas senior Inggris. Tak hanya dalam lapangan Beckham memiliki karir yang cukup gemilang tentang karirnya di luar lapangan. Karir sebagai pemain film dan modelnya pun cukup luar biasa. Semua brand mode ternama mengontraknya dengan nilai fantastis, dari Adidas hingga menjadi ambassador brand mobil ternama asal Italia Maserati sukses dil...

J league pencetak berlian Jepang

Pada tahun 1993 Jepang membentuk liga sepak bola pertama mereka yang bertajuk Meiji Yasuda J league tergolong terlalu muda di bandingkan dengan kompetisi-kompetisi liga sepakbola dunia. Bahkan kompetisi J 3 atau divisi 3 mereka baru menuju profesional di tahun 2013, pengembangan yang cukup lambat akan tetapi sangat berdampak bahkan di era ini mereka boleh dikatakan sebagai kompetisi liga terbaik di Asia. Sebelum bertransformasi menjadi JLeague kompetisi resmi sepak bola mereka sudah ada sejak tahun 1960 an kompetisi tersebut bernama Japan Soccer League. J league banyak memproduksi pemain- pemain berkualitas sebut saja sejak dulu dari kompetisi domestik mereka lahir talenta seperti Wagner Lopes dan Matsanobu Matsunami di era selanjutnya muncul nama-nama seperti Sinji Ono dan Hidetoshi Nakata. J league bukan hanya sebatas hiburan bagi rakyat Jepang akan tetapi merupakan media bagi sebagian besar masyarakat Jepang untuk bersaing dan mengenalkan budaya mereka ke seluruh dunia dengan kualit...

Sayap itu bernama Giacinto Facchetti

 Mungkin ketika mendengar istilah one man one club di serie a dibenak kita hanya terlintas satu nama Francesco Totti dan beberapa pemain lainnya, tapi untuk para fans inter nama Giacinto Facchetti selalu menjadi terdepan ketika mendengar hal tersebut. Berhasil memenangkan 4 gelar serie A bersama Inter Milan makin menguatkan dirinya sebagai legenda sepanjang masa Inter Milan yang tidak pernah sekalipun membela klub lain selain Inter Milan. Di masanya dia merupakan seorang bek dengan postur yang sangat ideal dan memiliki kecepatan luar biasa ia bahkan berhasil mencetak 75 goal selama berseragam Inter Milan jumlah gol yang luar biasa untuk seorang fullback. Hal lain yang paling diingat dari seorang Facchetti adalah ketika di Euro 1968 kala itu ia sebagai Kapten berhasil membawa Gli Azzuri mencapai semifinal dan kala itu hasil pertandingan ditentukan oleh koin toss dan benar saja Facchetti yang kala itu merupakan kapten kemudian lari berteriak karena mereka berhasil mencapai final sete...