Langsung ke konten utama

Sayap itu bernama Giacinto Facchetti

 Mungkin ketika mendengar istilah one man one club di serie a dibenak kita hanya terlintas satu nama Francesco Totti dan beberapa pemain lainnya, tapi untuk para fans inter nama Giacinto Facchetti selalu menjadi terdepan ketika mendengar hal tersebut. Berhasil memenangkan 4 gelar serie A bersama Inter Milan makin menguatkan dirinya sebagai legenda sepanjang masa Inter Milan yang tidak pernah sekalipun membela klub lain selain Inter Milan. Di masanya dia merupakan seorang bek dengan postur yang sangat ideal dan memiliki kecepatan luar biasa ia bahkan berhasil mencetak 75 goal selama berseragam Inter Milan jumlah gol yang luar biasa untuk seorang fullback.

Hal lain yang paling diingat dari seorang Facchetti adalah ketika di Euro 1968 kala itu ia sebagai Kapten berhasil membawa Gli Azzuri mencapai semifinal dan kala itu hasil pertandingan ditentukan oleh koin toss dan benar saja Facchetti yang kala itu merupakan kapten kemudian lari berteriak karena mereka berhasil mencapai final setelah 30 tahun lamanya, cerita ini pun berakhir manis karena dalam turnamen tersebut Italia berhasil menjadi juara saat mengalahkan Yugoslavia. Facchetti bukan hanya seorang pemain ia merupakan sosok pemimpin yang fantastis di dalam lapangan pemain yang selalu disegani baik oleh lawan maupun kawan.

Melihat dari beberapa rekaman video bermain Facchetti, ia punya seluruh aspek yang lengkap untuk menjadi seorang bek tangguh, fisik dan kecepatan yang mumpuni yang membuat ia tidak sulit untuk merebut bola dari kaki lawan bahkan ia memiliki kemampuan dribbling yang sangat baik, mungkin kualitas pemain yang paling mendekatinya di sepak bola modern adalah Maldini. Bahkan ia merupakan bek yang sangat sering naik untuk membantu lini serang hal yang sangat jarang dilakukan oleh bek-bek era itu. Ia juga produktif di level negara, ia berhasil menyumbangkan total 6 gol kala bermain untuk timnas di piala Eropa.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Udine kota Udinese

 Udine merupakan kota kecil berjarak 40 km dari batas antara Italy dan Slovenia kota ini juga berbatasan langsung dengan kota Venezia salah satu kota terindah di Italy. Setelah beberapa kali diduduki oleh beberapa kerajaan pada saat itu, Udine akhirnya resmi bergabung dengan Italy pada tahun 1797 dan menjadi basis militer terbesar Italy pada tahun 1866. Di kota ini munculah sebuah klub sepakbola bernama Udinese Calcio yang didirikan pada tanggal 30 november 1896 sebagai klub olahraga dan bertransformasi sebagai klub sepak bola pada 5 juli 1911. Klub yang bermarkas di stadion Friulli ini memiliki sejarah yang cukup unik, secara prestasi Udinese bukan klub yang begitu menonjol mereka hnya mampu mencapai final final piala Italy ratusan tahun lalu akan tetapi klub ini kerap melahirkan bintang-bintang besar Liga Italy. Alexis Sanchez, Antonio Di Natale, Vincenzo Iaquinta hingga Rodrigo De paul pernah berseragam Udinese. Tim ini merupakan salah satu tim yang sangat konsisten d liga Italy...

Sejarah pertama kali komersialisasi minuman beralkohol

 Komersialisasi minuman beralkohol di Indonesia sudah terjadi sejak zaman kolonial Belanda tepatnya pada tahun 1891 hingga 1893  dimana peredaran minuman beralkohol baik minuman lokal maupun minuman dari negara lain sudah membanjiri pasar miras di Hindia Belanda zaman itu, mulai dari bir, whiskey, wine hingga cognac Semua jenis minuman ini diyakini dibawa oleh para tentara kolonial yang datang ke Hindia Belanda pada saat itu. Dilansir historia kurang lebih sekitar 600.000 liter miras dibawah masuk ke Hindia Belanda pada saat itu, tetapi hal ini tidak terlalu berdampak signifikan pada peredaran minuman lokal asli nusantara yang sudah sangat melekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, dari sinilah terbentuk segmentasi pasar penikmat minuman tradisional dan impor. Banyaknya peredaran minuman impor yang membanjiri Hindia Belanda kala itu juga mengundang reaksi dari berbagai kalangan, salah satunya dari organisasi Muhammadiyah yang mulai gelisah dengan peredaran miras tersebut...

Inverted winger

 Dalam sepak bola modern tentu kita tidak asing lagi dengan istilah inverted wing, Arjen Robben dan Ivan Perisic merupakan contoh dari banyak pemain yang berkarakter inverted wing. Inverted wing memiliki pengertian pemain yang bermain di posisi berlawanan dengan kaki terbaiknya. Hal ini merupakan proses dari berkembangnya sepak bola, inverted winger sangat berbeda dengan traditional winger dimana seperti kita tahu bahwa pada era sepak bola dahulu, posisi winger dipilih berdasarkan kaki terkuat agar dapat melakukan umpan terukur kepada striker, inverted winger merupakan pilihan yang lebih dinamis dan sulit ditebak oleh lawan. Hal yang sama tidak dimungkinkan untuk seorang bek sayap karena idealnya seorang bek sayap ditempatkan berdasarkan kaki yang terkuat. Apabila inverted wing di terapkan pada seorang bek maka yang terjadi ia harus memutar tubuhnya untk menggapai lawan dengan kaki terkuatnya hal ini tentunya memudahkan lawan untuk melewati bek tersebut. Seorang inverted winger har...