Langsung ke konten utama

Futsal modern

 Futsal bukan bukan hanya soal menendang bola, bisa bermain sepakbola tidak berarti bisa bermain futsal meskipun banyak pihak masih menilai sepakbola dan futsal sama akan tetapi kenyataannya tidak demikian. Olahraga yang ditemukan pertama kali oleh orang Uruguay bernama Juan Carlos Ceriani makin populer di dunia. Bagi saya ada tiga hal mendasar dalam futsal Rotasi, superioritas dan defensivitas hal yang terdengar sederhana tapi tidak sesimpel yang kita bayangkan. Beberapa formasi basic futsal seperti 3-1 dan 2-2 nampaknya sangat sederhana tapi dalamnya terdapat puluhan variasi. 

Penekanan terhadap skill individu pemain seperti Pivot yang harus menguasai beberapa teknik dasar seperti gerakan melindungi bola yang didalam olahraga lain seperti basket disebut Pivot juga sangat menambah kompleksivitas olahraga futsal. Di futsal modern semua pemain diharuskan untuk berperan di lapangan termasuk kiper, kiper dituntut untuk mampu menjadi pemain ke lima dalam lapangan yang ikut maju menyerang ketika sebuah tim mengalami deadlock atau sedang dalam posisi memburu gol. Dalam futsal pemain posisi lain dapat mengambil peran selain kiper dalam lapangan dengan menggunakan jersey kiper dalam futsal istilah ini dikenal dengan istilah flyng goalkeeper atau kiper palsu. Hal ini memungkinkan pemain yang bukan berposisi asli sebagai goalkeeper untuk menjadi pemain kelima guna mengisi posisi lain didalam pertandingan.

Banyaknya aturan yang berbeda dengan sepakbola makin mempertegas perbedaan antara futsal dan footbal. Futsal sekarang jauh lebih menuntut kemampuan individu pemain daya jelajah tinggi dan stamina yang mumpuni didalam sebuah rotasi. Pemain yang tidak berada dalam performa terbaik akan menggangu intensitas tim dalam bertahan maupun menyerang karena dimainkan hanya oleh beberapa orang maka kekompakan akan sangat dibutuhkan dalam futsal modern contohnya ketika kita ingin melakukan highpressing semua pemain dituntut dalam kondisi fisik yang prima sehingga mampu memanfaatkan kesalahan lawan dan memberikan tekanan.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Joaquin Sanchez

23 tahun memiliki karir sepakbola yang cemerlang dan 15 tahun berseragam Real Betis memberikan dua gelar Copa Del Rey merupakan gambaran singkat karir sang pangeran Joquin Sanchez.pada tahun 1997 bergabung dengan Betis klub pertama yang memberikan jalan untuk karir pesepakbolanya sebagai seorang pemain professional. 2006 ia hijrah ke Valencia, banyak pihak menilai kepindahanya ke Valencia merupakan pilihan buruk pada karirnya, karena persaingan yang ketat di tim Valencia era itu hal itu diramalkan dapat membunuh imagenya sebagai pemain muda potensial saat itu. Joaquin merupakan identitas dari Spanyol memiliki karir sepakbola yang cukup panjang ia adalah salah satu dari sekian banyak pemain Spanyol yang memiliki karakter yang luar biasa. Ketika membela beberapa tim diluar Spanyol ia selalu berhasrat untuk kembali ke Real Betis tim yang berhasil mengasah talentanya. Di timnas Spanyol ia berhasil mencatatkan 51 caps hal yang sangat sulit dicapai karena kita tahu bahwa timnas Spanyol merup...

Inverted winger

 Dalam sepak bola modern tentu kita tidak asing lagi dengan istilah inverted wing, Arjen Robben dan Ivan Perisic merupakan contoh dari banyak pemain yang berkarakter inverted wing. Inverted wing memiliki pengertian pemain yang bermain di posisi berlawanan dengan kaki terbaiknya. Hal ini merupakan proses dari berkembangnya sepak bola, inverted winger sangat berbeda dengan traditional winger dimana seperti kita tahu bahwa pada era sepak bola dahulu, posisi winger dipilih berdasarkan kaki terkuat agar dapat melakukan umpan terukur kepada striker, inverted winger merupakan pilihan yang lebih dinamis dan sulit ditebak oleh lawan. Hal yang sama tidak dimungkinkan untuk seorang bek sayap karena idealnya seorang bek sayap ditempatkan berdasarkan kaki yang terkuat. Apabila inverted wing di terapkan pada seorang bek maka yang terjadi ia harus memutar tubuhnya untk menggapai lawan dengan kaki terkuatnya hal ini tentunya memudahkan lawan untuk melewati bek tersebut. Seorang inverted winger har...

Iran dan Amerika dalam sebuah pertandingan

Musuh bebuyutan itulah kalimat yang pantas disematkan kepada dua negara Iran dan Amerika. Dua negara yang memiliki sejarah konflik berkepanjangan hingga pada tahun 1980 memutuskan semua hubungan diplomasi secara resmi antara kedua negara dan pada tahun 1998 dalam piala dunia berada dalam satu grup dan harus bertemu satu sama lain. Di Lyon kala itu 21 juni 1998 seisi kota terasa begitu panas jelang laga tersebut, AS yang kala itu dinunggulkan karena memiliki peringkat FIFA lebih baik dibandingkan Iran merasa diatas angin menghadapi laga tersebut. Tergabung dalam grup F bersama Jerman dan Yugoslavia laga yang lain terasa tak begitu penting bagi kedua klub laga terpenting adalah dimana mereka saling bertemu dan sama-sama mempertahankan harga diri mereka di atas lapangan hijau. Iran mengandalkan pemain-pemain seperti Hamid Estili, Ali Daei dan Mehdi Mahdavikia sedangkan USA mengandalkan pemain seperti Casey Keller dan sang pencetak gol Bryan Mcbride dan Claudio Reyna. Hasil yang tak pernah...