Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2025

Sayap itu bernama Giacinto Facchetti

 Mungkin ketika mendengar istilah one man one club di serie a dibenak kita hanya terlintas satu nama Francesco Totti dan beberapa pemain lainnya, tapi untuk para fans inter nama Giacinto Facchetti selalu menjadi terdepan ketika mendengar hal tersebut. Berhasil memenangkan 4 gelar serie A bersama Inter Milan makin menguatkan dirinya sebagai legenda sepanjang masa Inter Milan yang tidak pernah sekalipun membela klub lain selain Inter Milan. Di masanya dia merupakan seorang bek dengan postur yang sangat ideal dan memiliki kecepatan luar biasa ia bahkan berhasil mencetak 75 goal selama berseragam Inter Milan jumlah gol yang luar biasa untuk seorang fullback. Hal lain yang paling diingat dari seorang Facchetti adalah ketika di Euro 1968 kala itu ia sebagai Kapten berhasil membawa Gli Azzuri mencapai semifinal dan kala itu hasil pertandingan ditentukan oleh koin toss dan benar saja Facchetti yang kala itu merupakan kapten kemudian lari berteriak karena mereka berhasil mencapai final sete...

Si penyihir Mastantuono

Nomor 10 di Argentina merupakan nomor yang keramat, tidak sembarang orang bisa menggunakan nomor tersebut. Mulai dari Mario Kempes, Maradona hingga Lionel Messi semuanya merupakan pemain yang mampu membawa Argentina menjadi juara piala dunia di masing-masing eranya. Kini muncul pertanyaan siapa yang layak menggunakan nomor 10 ketika Lionel Messi berada di penghujung karirnya yang gemilang?  Banyak pihak menilai bahwa satu-satunya pemain yang sangat layak menggunakan nomor 10 setelah Lionel Messi adalah Franco Mastantuono pemain yang lahir di kota Azul Argentina, tak henti-hentinya menunjukan permainan impresif dan eksplosiv kala membela Real Madrid, baru berusia 18 tahun akan tetapi memiliki permainan ciamik nan dewasa diatas lapangan. Tumbuh besar di Akademi River Plate membuat ia menjadi pemain yang menonjol, baru berusia 17 tahun ia berhasil mencatatkan 6 penampilan dan mengukir 2 gol di copa Libertadores kala itu catatan impresif dari bocah berusia 17 tahun, tak hanya itu ia ke...