Di era sekarang taktik-taktik klasik atau formasi klasik mulai digunakan kembali pola tiga bek dan dua striker setelah diera 2010 an mulai di tinggalkan atau ketika era Tiki Taka Barcelona formasi-formasi tersebut di tinggalkan kini mulai digunakan kembali, akan tetapi penggunaanya di beri sentuhan sepakbola modern. Maksud dari sentuhan modern adalah dimana taktik-taktik tersebut begitu statis semua yang dulunya pemain tidak bisa melakukan kreativitas berdasarkan posisi mereka hal tersebut sekarang sudah berubah, dimana kini semua pemain diharuskan untuk bermain lebih dinamis tidak terpaku pada posisi mereka.
Contoh kongkrit sepakbola modern adalah Inter Milan di bawah asuhan Simeone dan Man.City dibawah asuhan Pep Guardiola. Inter Milan menggunakan tiga bek di belakang dimana tiga bek tersebut di beri opsi untuk merangsek masuk hingga ke depan, sama halnya dengan Man.City semua pemain diberi instruksi untuk berganti peran di lapangan tak pelak taktik ini kerap kali di adopsi tim lain seperti Arsenal yang notabene pelatihnya Mikael Arteta merupakan mantan asisten pelatih Pep Guardiola di City.
Bek-bek gaek seperti Acerbi diharuskan untuk bermain lebih dinamis, Acerbi yang dulunya merupakan stopper murni ketika ia membela Inter ia diharuskan untuk naik menyerang dan mencetak gol ketika open play, hal itu ditunjukan ketika Acerbi berhasil mencetak gol di semifinal liga Champion di menit 93, pergerakannya tidak terdeteksi bek Barcelona Araujo hingga berhasil menjadi salah satu penentu kemenangan saat itu. Bahkan seorang Diego Simeone yang mengkultuskan pakem 4-4-2 sebagai taktik andalannya pelan-pelan mulai berubah dan menggunakan tiga bek sejajar untuk taktiknya.
Ketika menggunakan tiga bek seperti era klasik di belakang, peran wing back di era modern sangat penting di mana wing back harus punya kecepatan dan stamina karena di tuntut untuk bertransformasi dengan cepat dari bertahan menuju menyerang dan sebaliknya.

Komentar
Posting Komentar