Langsung ke konten utama

Sejarah pertama kali komersialisasi minuman beralkohol


 Komersialisasi minuman beralkohol di Indonesia sudah terjadi sejak zaman kolonial Belanda tepatnya pada tahun 1891 hingga 1893  dimana peredaran minuman beralkohol baik minuman lokal maupun minuman dari negara lain sudah membanjiri pasar miras di Hindia Belanda zaman itu, mulai dari bir, whiskey, wine hingga cognac Semua jenis minuman ini diyakini dibawa oleh para tentara kolonial yang datang ke Hindia Belanda pada saat itu.


Dilansir historia kurang lebih sekitar 600.000 liter miras dibawah masuk ke Hindia Belanda pada saat itu, tetapi hal ini tidak terlalu berdampak signifikan pada peredaran minuman lokal asli nusantara yang sudah sangat melekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, dari sinilah terbentuk segmentasi pasar penikmat minuman tradisional dan impor.


Banyaknya peredaran minuman impor yang membanjiri Hindia Belanda kala itu juga mengundang reaksi dari berbagai kalangan, salah satunya dari organisasi Muhammadiyah yang mulai gelisah dengan peredaran miras tersebut, mereka beralasan bahwa banyak masyarakat yang bergelar haji tetapi masih senang mengkonsumsi miras hal ini dinilai sangat bertentangan dengan nilai kegamaan, meskipun miras pada kala itu mendatangkan profit yang cukup besar bagi pemerintahan saat itu.


Tak hanya itu Indonesia beratus-ratus tahun yang lalu juga sudah dikenal sebagai negara penghasil miras tradisional dan minuman tersebut kerap digunakan dalam upacara-upacara adat tidak seperti kopi dan teh minuman yang d bawa dari luar, dalam sebuah buku yang ditulis oleh Fred B Eiseman (1990) minuman arak Bali juga berfungsi sebagai obat. Banyak dari sejarah membuktikan miras lokal telah ada sejak jaman kerajaan dari banyaknya prasasti yang mencatatnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Joaquin Sanchez

23 tahun memiliki karir sepakbola yang cemerlang dan 15 tahun berseragam Real Betis memberikan dua gelar Copa Del Rey merupakan gambaran singkat karir sang pangeran Joquin Sanchez.pada tahun 1997 bergabung dengan Betis klub pertama yang memberikan jalan untuk karir pesepakbolanya sebagai seorang pemain professional. 2006 ia hijrah ke Valencia, banyak pihak menilai kepindahanya ke Valencia merupakan pilihan buruk pada karirnya, karena persaingan yang ketat di tim Valencia era itu hal itu diramalkan dapat membunuh imagenya sebagai pemain muda potensial saat itu. Joaquin merupakan identitas dari Spanyol memiliki karir sepakbola yang cukup panjang ia adalah salah satu dari sekian banyak pemain Spanyol yang memiliki karakter yang luar biasa. Ketika membela beberapa tim diluar Spanyol ia selalu berhasrat untuk kembali ke Real Betis tim yang berhasil mengasah talentanya. Di timnas Spanyol ia berhasil mencatatkan 51 caps hal yang sangat sulit dicapai karena kita tahu bahwa timnas Spanyol merup...

Inverted winger

 Dalam sepak bola modern tentu kita tidak asing lagi dengan istilah inverted wing, Arjen Robben dan Ivan Perisic merupakan contoh dari banyak pemain yang berkarakter inverted wing. Inverted wing memiliki pengertian pemain yang bermain di posisi berlawanan dengan kaki terbaiknya. Hal ini merupakan proses dari berkembangnya sepak bola, inverted winger sangat berbeda dengan traditional winger dimana seperti kita tahu bahwa pada era sepak bola dahulu, posisi winger dipilih berdasarkan kaki terkuat agar dapat melakukan umpan terukur kepada striker, inverted winger merupakan pilihan yang lebih dinamis dan sulit ditebak oleh lawan. Hal yang sama tidak dimungkinkan untuk seorang bek sayap karena idealnya seorang bek sayap ditempatkan berdasarkan kaki yang terkuat. Apabila inverted wing di terapkan pada seorang bek maka yang terjadi ia harus memutar tubuhnya untk menggapai lawan dengan kaki terkuatnya hal ini tentunya memudahkan lawan untuk melewati bek tersebut. Seorang inverted winger har...

Iran dan Amerika dalam sebuah pertandingan

Musuh bebuyutan itulah kalimat yang pantas disematkan kepada dua negara Iran dan Amerika. Dua negara yang memiliki sejarah konflik berkepanjangan hingga pada tahun 1980 memutuskan semua hubungan diplomasi secara resmi antara kedua negara dan pada tahun 1998 dalam piala dunia berada dalam satu grup dan harus bertemu satu sama lain. Di Lyon kala itu 21 juni 1998 seisi kota terasa begitu panas jelang laga tersebut, AS yang kala itu dinunggulkan karena memiliki peringkat FIFA lebih baik dibandingkan Iran merasa diatas angin menghadapi laga tersebut. Tergabung dalam grup F bersama Jerman dan Yugoslavia laga yang lain terasa tak begitu penting bagi kedua klub laga terpenting adalah dimana mereka saling bertemu dan sama-sama mempertahankan harga diri mereka di atas lapangan hijau. Iran mengandalkan pemain-pemain seperti Hamid Estili, Ali Daei dan Mehdi Mahdavikia sedangkan USA mengandalkan pemain seperti Casey Keller dan sang pencetak gol Bryan Mcbride dan Claudio Reyna. Hasil yang tak pernah...