Langsung ke konten utama

Scaloni's Team

They start to find their rhythm, Argentina National Team get good result while played against Germany in Signal Iduna Park last night. They were playing good in their last three match, seems like Scaloni has shown his class as a coach now every football fan in Argentina begin to believe him to lead this tim in the next Copa America and World Cup.

Eventough they played without Messi, young player like Martinez and De Paul could be leader on the field for their teammates. All of the football fan in the world were in doubt when Scaloni become the national team coach, but day by day this team have shown their quality and get more competitive on the field.

Scaloni's favorite football coach is Gerardo "tata" Martino, he really praise him as his mentor in football. They were together in Newells old boys, now Tata become the manager of Mexico national team and Scaloni succeed to beat him on the friendly matches before the game against Germany. Now the public of Argentina put everything on Scaloni's hands to make this team achieve many titles in many years to come.

All of the pundits really appreciate him because he put so many young argentinian talent on his line up, for many football fan in the world agree with his decision te reform argentina national team because we just think this is the best time to change.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Udine kota Udinese

 Udine merupakan kota kecil berjarak 40 km dari batas antara Italy dan Slovenia kota ini juga berbatasan langsung dengan kota Venezia salah satu kota terindah di Italy. Setelah beberapa kali diduduki oleh beberapa kerajaan pada saat itu, Udine akhirnya resmi bergabung dengan Italy pada tahun 1797 dan menjadi basis militer terbesar Italy pada tahun 1866. Di kota ini munculah sebuah klub sepakbola bernama Udinese Calcio yang didirikan pada tanggal 30 november 1896 sebagai klub olahraga dan bertransformasi sebagai klub sepak bola pada 5 juli 1911. Klub yang bermarkas di stadion Friulli ini memiliki sejarah yang cukup unik, secara prestasi Udinese bukan klub yang begitu menonjol mereka hnya mampu mencapai final final piala Italy ratusan tahun lalu akan tetapi klub ini kerap melahirkan bintang-bintang besar Liga Italy. Alexis Sanchez, Antonio Di Natale, Vincenzo Iaquinta hingga Rodrigo De paul pernah berseragam Udinese. Tim ini merupakan salah satu tim yang sangat konsisten d liga Italy...

Sejarah pertama kali komersialisasi minuman beralkohol

 Komersialisasi minuman beralkohol di Indonesia sudah terjadi sejak zaman kolonial Belanda tepatnya pada tahun 1891 hingga 1893  dimana peredaran minuman beralkohol baik minuman lokal maupun minuman dari negara lain sudah membanjiri pasar miras di Hindia Belanda zaman itu, mulai dari bir, whiskey, wine hingga cognac Semua jenis minuman ini diyakini dibawa oleh para tentara kolonial yang datang ke Hindia Belanda pada saat itu. Dilansir historia kurang lebih sekitar 600.000 liter miras dibawah masuk ke Hindia Belanda pada saat itu, tetapi hal ini tidak terlalu berdampak signifikan pada peredaran minuman lokal asli nusantara yang sudah sangat melekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, dari sinilah terbentuk segmentasi pasar penikmat minuman tradisional dan impor. Banyaknya peredaran minuman impor yang membanjiri Hindia Belanda kala itu juga mengundang reaksi dari berbagai kalangan, salah satunya dari organisasi Muhammadiyah yang mulai gelisah dengan peredaran miras tersebut...

Brahim dan Panenka

 Final piala Africa 2026 antara Maroko dan Senegal menyuguhkan banyak kontroversi, di antaranya adalah panenka gagal Brahim Diaz dan handuk kiper Senegal Edouard Mendy, insiden terakhir bahkan hampir menyulut perkelahian antara pemain kedua klub. Brahim yang tampil memukau sepanjang perhelatan turnamen menjadi pesakitan di final ketika panenkanya di menit 8 tambahan waktu babak kedua berhasil digagalkan oleh Edouard Mendy terlihat penyesalan yang begitu besar di wajah pemain yang lahir di Spanyol tersebut. Brahim lahir di Malaga kota di Spanyol pinggiran laut, ibunya seorang Malaga asli dan ayahnya seorang yang memiliki darah Maroko. Brahim yang hampir seluruh karir sepakbola mudanya bermain untuk timnas Spanyol dibanding Maroko  akhirnya memilih untuk membela Spanyol, ia bahkan sempat membuat statement “ Aku adalah 100 percent Spanyol dan 100 percent Maroko”. Pemain yang besar dari futsal ini memiliki skill yang luar biasa ketika berada di posisi yang tepat,dari Real Madrid ...